Tampilkan postingan dengan label Bioekologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bioekologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 September 2016

ANTI RAYAP PRA KONTRUKSI

MENGENAL RAYAP TANAH
Tahukah anda, bahwa populasi rayap (termite) di dunia ini lebih banyak daripada jumlah manusia? Rayap, tubuhnya memang kecil, tetapi memiliki kekuatan yang dahsyat untuk menghancurkan sebuah bangunan. Semakin lama rayap dibiarkan dilingkungan anda, maka semakin besar kemungkinan mereka mengakibatkan kerusakan yang lebih jauh lagi. 

rayap-940x360
Bangunan apa pun bisa lapuk gara-gara rayap. Hal ini membuat kita kuatir terutama bagi pengguna konstruksi dan material dari kayu karena selain mengakibatkan kerusakan, akibat dari rayap juga membuat kita harus mengeluarkan banyak biaya untuk memperbaikinya konstruksi kayu tersebut.

MENGAPA RAYAP MEMAKAN KAYU
Rayap memakan zat selulosa (cellulose) yang terdapat di dalam kayu atau semua benda yang terbuat dari kayu atau benda mengandung selulosa seperti kayu bangunan, kertas dan kain katun. Serangga ini menguraikan selulosa menjadi senyawa-senyawa sederhana dengan bantuan enzim selulose. Senyawa-senyawa itulah yang dibutuhkan oleh rayap sebagai sumber energi bagi pertumbuhan dan perkembangannya.
Ada beberapa jenis kayu tertentu yang tahan terhadap rayap, tetapi itu pun jenis kayu yang tergolong kayu langka dan mahal harganya, seperti kayu jati, kayu ulin, dan kayu merbau. Itu dikarenakan kayu-kayu tersebut mengandung zat ekstraktif yang bersifat racun bagi jamur dan rayap.Memang sangat sulit mendeteksi serangan rayap. Yang paling sering terjadi adalah kita baru menyadari adanya serangan rayap setelah melihat kerusakan yang ditimbulkannya. Beberapa kasus menjadi fatal karena struktur bangunan yang diserang tepat berada di atas kita. Kita tidak pernah tau kapan rayap-rayap itu memulai serangannya.

Demi keselamatan penghuni bangunan, antisipasi sejak dini sangat perlu dilakukan. Sebenarnya serangan rayap dimulai dari bawah. Terdapat ratusan spesies tersebar di wilayah Indonesia. Beberapa di antaranya adalah yang paling bertanggungjawab atas kerusakan struktur bangunan atau material yang berbahan dasar kayu adalah Rayap Tanah (Coptotermes Curvignatus).

MENGENAL RAYAP TANAH
Rayap tanah membangun koloni di dalam tanah. Dalam setiap koloni terdapat milyaran individu yang terbagi ke dalam kasta-kasta dengan tugas yang berbeda-beda, antara lain :
  • Rayap Ratu dan Raja 
Kasta Reproduksi Rayap Ratu dan Raja tugasnya hanya untuk bereproduksi. Ratu dapat bertahan hidup hingga 25 tahun dan menghasilkan jutaan telur. Telur-telur yang menetas akan menghasilkan kasta rayap lain. Ciri-ciri yang khas dari rayap ratu yaitu memiliki bentuk perut (abdomen) yang besar (hingga sebesar ibu jari) yang mengandung ribuan telur. Ratu ini tinggal di tengah-tengah sarang bersama Rayap Raja, hidup untuk makan dan bereproduksi.
termite-1
  • Rayap Pekerja 
Rayap ini berjumlah ribuan dan hanya bertugas untuk mencari makan bagi koloninya. Jenis ini lah yang merusak struktur bangunan rumah Anda. Rayap Pekerja selalu bergerak vertikal hingga menemukan makanannya di luar sarang, dengan membangun jalur-jalur yang terbuat dari tanah. Mereka mengeluarkan cairan protein dari tubuhnya sehingga semua jalur yang dilalui rayap pekerja akan ditumbuhi jamur. Jamur-jamur ini dapat mensitesa benda apapun - seperti kayu - sehingga dapat menjadi lapuk. Rayap Pekerja mengambil makanannya (zat kayu atau cellulose) kemudian membawanya kembali ke sarang untuk memberikan makan pada sang Ratu.

  • Rayap Tentara 
Adalah kasta yang melindungi koloninya dari musuh alami yaitu semut. Rayap ini akan mengawal para pekerja dalam mencari makan. Ciri khas dari kasta tentara adalah memiliki kepala lebih besar berwarna gelap dan memiliki capit.
hqdefault
  • Laron 
Ini merupakan kasta reproduksi. Yaitu rayap bersayap yang terbang dan bereproduksi. Rayap ini sering muncul pada malam hari setelah turun hujan. Mereka akan membentuk pasangan-pasangan jantan dan betina, melepaskan sayapnya dan melangsungkan perkawinan untuk membentuk koloni baru. Setiap sepasang jantan dan betina akan membangun satu koloni baru. Maka dalam siklus hidup rayap akan terdapat banyak koloni yang tersebar di sekitar kita.
rayap-reproduksi-laron
Laron
POLA SERANGAN RAYAP TANAH
Rayap tanah adalah mahluk kripto-biotik. Yaitu pola makan dan hidupnya selalu tersembunyi. Tubuh rayap dilapisi membran tipis yang peka sehingga serangga ini akan membawa tanah dan membentuk lorong-lorong/kanal untuk melindungi tubuhnya dari udara terbuka dan serangan dari binatang lain.

Rayap tanah akan selalu bergerak vertikal hingga menemukan makanan. Dalam bangunan seperti rumah tinggal, rayap tanah masuk melalui celah-celah tembok, menumpahkan protein di sapanjang jalur hingga menumbuhkan jamur, dan jamur akan mensitesa benda hingga menjadi lebih lunak dan dapat dilubangi oleh rayap. Ini adalah bentuk simbiosis mutualisme.

Rayap yang membawa jamur tidak hanya akan merusak kayu melainkan juga semua benda yang dilaluinya. Ketika mereka menemukan struktur bangunan yang mengandung selulosa (kayu dan lapisan kertas pada gypsum), maka mereka akan segera memakannya dan menjadikan kayu sebagai sarang kedua (secondary nest) untuk berkembang biak.

Rayap tanah senantiasa akan memilih obyek yang lebih lunak seperti rangka kayu pada plafon rumah dan atau lapisan kertas yang terdapat pada gypsum, sebelum kemudian menyerang kayu lain yang memiliki serat lebih keras.

MENGATASI RAYAP
Hindari lahan bekas hutan atau kebun untuk membangun rumah. Kebun atau hutan menyimpan sumber makanan bagi rayap tanah (Coptotermes). Jika Anda harus mendirikan rumah atau banguanan di area bekas perkebunan atau hutan, sebaiknya lakukan pencegahan dengan chemical barrier, yaitu treatment anti rayap pra-konstruksi, atau penyemprotan anti rayap pada tanah/lahan sebelum dibangun.

Pekerjaan ini meliputi penyemprotan anti rayap pada permukaan tanah dan galian fondasi sebelum bangunan didirikan. Bahan kimia yang terkandung pada larutan termitisida akan mengikat tanah dan bertahan dalam jangka waktu yang lama. Sifatnya yang Knock Down akan mematikan koloni rayap yang sudah ada di bawah permukaan tanah, sifat residualnya akan menghambat kedatangan koloni rayap baru untuk jangka waktu yang lama.

Mengurangi penggunaan kayu pada struktur bangunan. Rayap memakan zat yang terkandung di dalam kayu, yaitu selulosa. Bagian-bagian rawan yang sering diserang adalah kusen-kusen dan rangka atap. Jika memang Anda memiliki anggaran yang cukup, mengganti kayu dengan logam baja ringan dapat menjadi pilihan yang bijaksana. Namun cara ini akan mempersempit area rayap untuk menjelajahi rumah Anda. Maka ketika mereka tidak lagi mendapatkan selulosa dari kayu, Anda perlu mengawasi bagian-bagian rawan lainnya dalam rumah Anda.

Melakukan treatment anti rayap pada permukaan Gypsum. Permukaan Gypsum terbuat dari kertas. Ketika rayap tidak menemukan selulosa lain pada bangunan, maka lapisan Gypsum ini yang akan menjadi sasarannya. Kertas pada Gypsum mengandung selulosa dan karena sifatnya yang lunak, kertas akan lebih cepat dihabiskan oleh rayap dan menjadikan kekokohan gypsum berkurang, sehingga hal ini tentu saja membahayakan. Cara mengantisipasinya adalah dengan menyemprotkan larutan termitisida dengan dosis yang akurat pada seluruh permukaan gypsum.

Beri jarak pada furnitur dan tembok. Rayap selalu memasuki bangunan rumah melalui celah-celah tembok. Dengan membawa jamur yang dapat mensintesa benda apa saja, rayap dapat dengan mudah melubangi beton untuk mencapai kayu yang paling dekat dengan tembok. Anda perlu memberi jarak sekitar 10 cm antara lemari kayu dengan tembok. Ini cukup membantu mengurangi resiko diserang rayap.

Gudang juga merupakan daerah yang paling sering diserang rayap. Yaitu jika di antara tumpukan barang-barang yang jarang dipindahkan terdapat kardus-kardus, lemari, palet dan benda lain yang mengandung selulosa. Anda perlu sering-sering merapihkan gudang, membuang kardus-kardus yang tidak terpakai, dan menjauhkan kayu dari tembok.

Proteksi Total pada seluruh bangunan rumah. Kita tidak akan pernah bisa menebak sisi mana yang akan diserang rayap, atau dari mana rayap akan memulai serangan. Melakukan proteksi total juga akan lebih menghemat biaya dibanding Anda harus melakukan renovasi di kemudian hari. Proteksi total dalah melakukan treatment anti rayap menyeluruh baik untuk bangunan jadi (paska-konstruksi) atau yang belum jadi (pra-konstruksi).

Cara ini akan membunuh rayap yang sudah ada di bawah bangunan serta menghambat kedatangannya lagi dalam waktu yang lama. Invasi rayap terbang dari tempat lain tidak akan membahayakan karena seluruh struktur bangunan seperti kusen-kusen, lapisan gypsum, rangka atap, kitchen set, dan sebagainya diproteksi dengan anti rayap.

-CV. SAHABAT SINERGI (dari berbagai sumber)

Selasa, 31 Mei 2016

Bioekologi Rayap


SEJARAH RAYAP
Rayap telah hadir di bumi sejak dua ratus lima puluh juta tahun yang lalu, jauh sebelum kehadiran manusia. Sampai saat ini para ahli hama telah menemukan kira-kira 2000 jenis rayap yang tersebar di seluruh dunia, dari 50oLU – 50oLS, sedangkan di Indonesia sendiri telah ditemukan tidak kurang dari 200 jenis rayap (Nandika et al, 2003).

Kelompok serangga ini mempunyai kemampuan adaptasi yang lebih baik dibandingkan dengan serangga lainnya. Kemampuan ini karena rayap hidup dalam sebuah koloni yang saling bekerjasama, setiap anggota koloni memiliki spesialisasi tugas, menjalankan tugas dengan profesionalisme tinggi dan sistem komunikasi di dalam koloni berjalan dengan baik.

Rayap merupakan ancaman pada bangunan gedung baik untuk fungsi hunian, perkantoran, gedung usaha seperti pusat-pusat perbelanjaan, hotel, dan gedung-gedung dengan fungsi lainnya. Tidak ada bagian dari lingkungan permukiman di Indonesia yang steril dari serangan rayap, bahkan di sebagian besar daerah di Pulau Jawa frekuensi serangan rayap tanah pada bangunan gedung lebih dari 25%. Rayap pada saat ini tidak hanya populer menyerang kayu sebagai bagian konstruksi bagunan rumah tinggal sederhana, tetapi telah merambah menyerang gedung-gedung bertingkat tinggi yang dari segi konstruksi hampir-hampir dikatakan aneh terserang rayap karena dilengkapi basement dengan lantai slab beton bertulang dan sangat minimal menggunakan kayu sebagai komponen struktural bangunan.

Pada bangunan bertingkat tinggi itu rayap menyerang komponen-komponen kayu sebagai bagian dari ornamen bangunan, atau pelengkap isi bangunan seperti funiture, kitchen set, dan lain-lain. Bahkan pada beberapa kasus serangan rayap menghabiskan dokumen-dokumen yang berada di dalam gedung, menghancurkan wallpaper, merusak parquet, dan bahan-bahan bangunan baru seperti gipsum.

Kondisi tersebut merubah status hama rayap yang populer dari hama kayu menjadi hama bangunan, karena tidak hanya menyerang struktur kayu tetapi mengganggu bangunan secara keseluruhan. Perubahan status rayap sebagai hama bangunan, merubah pendekatan teknologi pengendalian rayap dari hanya pengawetan kayu menjadi teknologi dengan pendekatan perlindungan bangunan secara paripurna.

MORFOLOGI RAYAP
Secara morfologi rayap memiliki tiga bagian utama yang meliputi : kepala, toraks dan abdomen. Di beberapa negara sub-tropika rayap dikenal sebagai semut putih (white ant) karena secara selintas antar keduanya mempunyai penampilan yang hampir sama. Padahal terdapat beberapa perbedaan antara rayap dan semut berdasarkan penelitian Pearce pada tahun 1997  yang meliputi :
  1. Abdomen semut bagian tengah mengecil, sementara rayap tidak.
  2. Semut memiliki sepasang sayap, dengan ukuran salah satu sayap lebih kecil dari sayap yang lain. Rayap memiliki sepasang sayap yang sama besar ukurannya.
  3. Antena semut bersiku sementara antena rayap lurus
Kelompok serangga ini mempunyai kemampuan adaptasi yang lebih baik dibanding serangga lainnya. Kemampuan ini karena rayap hidup dalam sebuah koloni yang mampu bertahan hidup lama. Anggota koloni rayap hidup dalam jumlah besar dan berspesialisasi menjadi tiga kasta : pekerja, prajurit, dan reproduktif. Setiap kasta berbeda secara morfologi maupun fungsinya di dalam koloni. Kasta pekerja adalah anggota koloni yang berfungsi mencari makan, memperbesar sarang, memberi makan kasta lainnya, dan melayani kebutuhan ratu. Kasta prajurit hanya berfungsi sebagai penjaga koloni dari musuh-musuh alaminya. Sementara kasta reproduktif berperan untuk memperbanyak anggota koloni.

Rayap merupakan seranggga dengan metamor fosis tidak sempurna. Siklus hidup rayap terdiri dari telur, nimfa dan dewasa. Sementara pada semut, metamorfosis yang terjadi berlangsung sempurna yang meliputi fase telur, larva, pupa dan dewasa.
Siklus-Hidup-Rayap

BIOEKOLOGI RAYAP
Hingga saat ini di seluruh dunia tersebar kira-kira 2500 jenis rayap dan di Indonesia ditemukan tidak kurang dari 200 jenis rayap (Nandika et al, 2003). Dari semua jenis rayap yang ada tersebut kira-kira hanya sepuluh persen yang menimbulkan kerusakan baik pada tanaman maupun pada kayu sebagai komponen bangunan. Rayap juga merupakan satu-satunya kelompok serangga yang mampu memanfaatkan selulosa sebagai sumber makanannya. Bahan makanan ini merupakan salah satu bahan yang terbesar kelimpahannya di bumi. Selulosa dalam tubuh rayap dicerna dengan bantuan organisme simbion yang hidup di dalam saluran pencernaannya. Organisme inilah yang menguraikan selulosa menjadi senyawa-senyawa sederhana yang mampu diserap oleh rayap.
Sifat biologi rayap yang utama meliputi ;
  1. Trophalaksis, yaitu saling memberi makan,
  2. Kanibalistic yaitu sifat rayap yang memakan bangkai anggota koloni yang sudah mati,
  3. Kriptobiotic, sifat rayap yang takut dengan cahaya.
Habitat rayap terbagi menjadi rayap-rayap hidup di dalam tanah, di dalam kayu kering, di pohon-pohon hidup, atau di kayu-kayu lembab. Pada lingkungan perkotaan dua kelompok rayap yang penting adalah rayap tanah dan rayap kayu kering. Rayap tanah hidup bersarang di dalam tanah. Kelompok rayap ini di dunia dikenal sebagai kelompok subterranean termites. Kehadirannya terutama dipengaruhi oleh suhu, kelembaban tanah, tipe tanah serta vegetasi (Peter, 1996).
Tanah merupakan tempat hidup rayap, dimana tanah dapat mengisolasi rayap dari suhu dan kelembaban yang ekstrim. Keberadaan jenis rayap tertentu dapat meningkat kan kesuburan tanah, karena aktivitas rayap daapt mengubah profil tanah, mempengaruhi tekstur tanah dan pendistribusian bahan organik. Secara umum rayap tanah menyukai tipe tanah yang mengandung liat dan tidak menyukai tanah berpasir dikarena kan tanah berpasir memiliki kandungan bahan organik yang rendah.

Ada beberapa jenis rayap tertentu yang hidup digurun pasir seperti  Amitermes dan Psammotermes, keberadaan mereka dapat meningkatkan infiltasi air. Rayap mampu memodifikasi profil dan sifat kimia tanah sehingga menyebabkan terjadinya perubahan vegetasi. Contohnya pada sarang rayap Macrotermes cenderung lebih banyak mengandung silika sehingga hanya jenis-jenis tertentu yang dapat tumbuh disekitar dan diatas sarang rayap tersebut.

Suatu koloni besar Macrotermes didalam habitat savana, dapat memindahkan lebih dari satu ton vegetasi setiap tahun. Sarang rayap Macrotermes dapat mencapai ketinggian 10 meter dan berdiri sangat kokoh tidak mudah hancur oleh hujan dan angin. Didalam hutan, khususnya hutan hujan peranan rayap sangat penting sebagai dekomposer serasah dilantai hutan. Jika kita masuk kedalam hutan dataran rendah, banyak sekali kita dijumpai gumpalan-gumpalan tanah yang merupakan kotoran atau bekas makaan rayap. Rayap juga akan menghancurkan pepohonan yang tumbang sehingga akan mudah terurai oleh dekomposer yang lebih kecil lagi.
Di padang savana Arizona, dijumpai rayap jenis Heterotermes aureus, rayap tersebut mampu mengkonsumsi kayu seberat 78,9 kg/ha pertahun. Serangan rayap-rayap ini banyak dilakukan pada pohon-pohon yang mati setelah turun hujan. Hodotermes didaerah gurun Afrika Selatan berperan penting dalam siklus nutrien tanah. Dengan adanya rayap sangat mendukung pertumbuhan tanaman karena rayap membawa air ke darah tumbuh tanaman sehingga ketersediaan air bagi pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik.
Beberapa jenis rayap tanah mampu beradaptasi pada lingkungan ciptaan manusia misalnya di dalam bangunan gedung dengan memanfaatkan suhu dan kelembaban yang terdapat di dalam bangunan tersebut untuk membuat sarang-sarang antara (secondary nest). Akibat kemampuannya tersebut beberapa jenis rayap ini banyak berperan sebagai hama bangunan.

Di Indonesia beberapa jenis rayap tanah yang paling berbahaya adalah dari kelompok genus Coptotermes sedangkan di negara-negara lain seperti di Amerika dari 45 jenis rayap hanya dua di antaranya berperan sebagai hama utama yaitu Reticulitermes hesperus dan R. flavipes ditambah rayap migran, yaitu C. formosanus (Tamashiro dan Yates, 2007).
Rayap tanah Coptotermes merupakan jenis yang paling sukses hidup di lingkungan perkotaan. Serangga ini dapat membentuk koloni dalam jumlah yang besar dan memiliki wilayah jelajah yang tinggi. Pendugaan jumlah individu dalam koloni dan wilayah jelajahnya dapat ditentukan dengan teknik penandaan dan penangkapan berulang. Su dan Robinson (1996) menduga dalam koloni Coptotermes formosanus yang besar diduga terdiri dari tujuh juta individu rayap dengan wilayah jelajah 3500 m2, dan dalam koloni yang kecil berjumlah 1 juta individu dengan wilayah jelajah 1300 m2.

Sementara itu dalam koloni Coptotermes curvignathus dapat dijumpai lebih dari satu juta individu dengan wilayah jelajah sekurang-kurangnya 450 m2 (Nandika, et al, 2003). Berdasarkan hal tersebut, tidak mengherankan apabila dibandingkan dengan jenis rayap lainnya, rayap Coptotermes lebih berbahaya menyerang bangunan gedung. Bahkan serangannya tidak terbatas pada tipe bangunan sederhana tetapi juga mampu menyerang objek-objek serangan yang tinggi pada bangunan-bangunan bertingkat jauh di atas permukaan tanah.

dari berbagai sumber, sahabatpestcontrol.blogspot.com
bersambung........

Bioekologi Tikus


Tikus adalah hewan yang sangat mobile. Kenapa?? karena dimanapun tempat, dapat kita jumpai binatang yang satu ini. Disini, admin mencoba menjelaskan lebih detail tentang tikus yang admin ambil dari berbagai sumber.
MENGENAL TIKUS
Tikus merupakan satwa liar yang sudah akrab dan beradaptasi dengan kehidupan manusia. Keberadaan tikus dibumi sudah jauh lebih tua daripada umur manusia itu sendiri.
Menurut Mc Neely (antropolog) dan Watchel (psikolog), dalam bukunya berjudul The Soul of The Tiger (1988), tikus merupakan hewan liar yang paling menikmati dampak positif dari kemajuan ekonomi d Benua Asia.
Bumi Asia dianggap sebagai tempat kelahiran tikus sekitar 10 juta tahun yang lalu, yang kemudian berkembang diseluruh dunia. Penyebaran tikus ke seluruh dunia berlangsung bersamaan dengan migrasi manusia antar pulau dan antar benua. Di Benua Eropa, tikus berukuran kecil mulai dikenal pada abad ke-13 sedangkan tikus berukuran besar pada abad ke 18.
Beberapa jenis penyakit yang dapat ditularkan oleh tikus tercantum dalam tabel dibawah ini :
NoPenyakitPenyebab / VektorCara Penularan
1LeptospirosisBakteri
Spirochete/Leptospira
Melalui selaput lendir atau luka dikulit bila terpapar oleh air yang tercemar darah dan urine tikus
2Pes/PlagueBakteri Yersinia pestis
Pinjal
Melalui gigitan
3Keracunan Makanan/Food PoisoningBakteri : Salmonella
Kotoran Tikus
Melalui kontaminasi kotoran tikus di permukaan makanan yang menimbulkan pencemaran makanan
4DemamBakteri : Spirillum atau Streptobacillus
gigitan tikus
Melalui gigitan tikus karena bakteri yang tersembunyi di mulut dan hidung tikus
5Penyakit Lyme / Demam LymeBakteri Borrelia, Kutu, CaplakMelalui gigitan tungau
6Demam Berdarah KoreaVirus HantavirusMelalui kotoran, urine, cairan tubuh atau kontaminasi langsung
7CacinganTrichinosis Cacing : Trichinella spiralisTidak langsung dengan cara memakan hewan pemangsa tikus
8Penyakit tipes kutumooser PinjalMelalui sisa hancuran tubuh pinjal terinfeksi lewat luka akibat garukan
9Rickettsial pox /Demam TutulTungau dan caplak pada tikus rumahMelalui gigitan tungau dari tikus rumah

BIOEKOLOGI TIKUS

KLASIFIKASI
  • Dunia : Animalia
    Filum : Chordata
    Sub Filum : Vertebrata
    Kelas : Mammalia
    Subklas : Theria
    Ordo : Rodentia
    Sub ordo : Myomorpha
    Famili : Muridae
    Sub Famili : Murinae
    Genus : Bandicota, Rattus dan Mus musculus

KARAKTERISTIK UMUM TIKUS DAN MENCIT
  1. GIGI
Ciri menarik dari tikus adalah gigi serinya yang beradaptasi untuk mengerat dan menggigit benda-benda yang keras.
Laju pertumbuhan gigi tikus konstan yaitu 0,4 mm per hari, tekanan gigitan tikus mencapai 7,000 psi (per square inch) atau 500 kg/cm2 dengan kecepatan gigitan mencapai 6 gigitan per detik.
  1. TELAPAK KAKI
    Semua rodentia komensal berjalan dengan telapak kakinya. Bantalan telapak kaki disesuaikan dengan kekuatan menarik dan memegang yang sangat baik.
  • Rattus norvegicus (tikus got) berperilaku menggali lubang ditanah dan hidup di lubang tsb sedangkan
  • Rattus-rattus diardi (tikus rumah) tidak tinggal ditanah tetapi hidup disemak-semak atau diatap bangunan sehingga memlilki guratan-guratan beralur
  • Mus musculus (mencit) memiliki bantalan kaki yang halus karena hidupnya didalam bangunan dan sarangnya biasa ditemukan didalam dinding, lapisan atas eternit, kotak penyimpanan atau laci.
  • Tonjolan pada telapak kaki tikus disebut footpad. Footpad ditambah dengan cakar atau kuku untuk memperkuat pegangan.

KARAKTERISTIK MORFOLOGI
Karakteristik morfologi dari R.norvegicus, R.ratus diardi/Rattus tanazumi dan M.musculus dapat dilihat di tabel berikut :
  1. Tikus Got / Norway Rat / Rattus norvegicus
  • 30-180 kotoran /hari,
  • Warna gelap dan lembek
  • Ukuran ¾ inchi/ 2 cm
  • Mata : kecil , buta warna mengandalkan cahaya, bayangan dan gerakan .
  • Telinga : Melekat kebadan dan tidak dapat mengikuti pergerakan mata
  • Kekuatan gigitan : 1/8 inchi. Mengerat kayu,aluminium, tembaga dan timah
  • Badan : gemuk (18-25cm/7-10 inchi), berat (284-482 gram).
  • Bulu : warna coklat keabu-abuan atau variasi abu-abu muda sampai abu-abu tua atau coklat kemerah-merahan.Bagian bawah abu-abu sampai putih kekuning-kuningan
  • Ekor: lebih pendek dari badannya (6-8.5 inchi/15-22 cm

  1. Tikus Atap / Roof Rat
  • 30-180 kotoran/hari
  • Warna gelap dan lembek
  • Ukuran ½ inchi / 1 cm
  • Mata : besar dan prominent (bagus), buta warna mengandalkan cahaya, bayangan dan gerakan .
  • Telinga : Besar dan mengikuti pergerakan mata
  • Kekuatan gigitan : kurang dari 1/8 inchi. Mengerat kayu,aluminium, tembaga dan timah
  • Badan : ramping (17-20cm/6.5-8 inchi), berat (170-340 gram).
  • Bulu : warna hitam sampai abu-abu kecoklatan di bagian atas dan bagian bawah bervariasi dari abu-abu sampai putih.
  • Ekor: tidak berbulu dan lebih panjang dari badannya (7.5-10 inchi/19-25 cm).

  1. Tikus Rumah / House Mouse dan Mus musculus
  • 50 kotoran/hari
  • Warna gelap dan lembek Ukuran ¼ inchi atau 0.64 cm
  • Mata : kecil dan menonjol, buta warna dan mengenali object max. 10 feet.
  • Telinga : Tegak, relatif lebih besar dibanding ukuran yg semestinya
  • Kekuatan gigitan : kurang dari 1/16 inchi
  • Badan : kecil (5-9 cm/2-3,5inchi), berat (18-28 gram).
  • Bulu : warna putih keabu-abuan di bagian perut, abu-abu kecoklatan bagian atas
  • Ekor : 3-4 inchi/7-10 cm lebih panjang dari kepala dan badan

REPRODUKSI

Tikus memiliki potensi perkembangbiakkan sangat tinggi, karena :
  • Kematangan seks kelamin sangat cepat dan waktu yang diperlukan dari anak tikus menjadi tikus dewasa relatif cepat (Dewasa kelamin tikus rumah 5-8 minggu, tikus got dan atap 8-12 minggu)
  • Kurun waktu menyusui dari betina setelah beranak relatif sangat pendek (24-48 jam setelah melahirkan dapat hamil kembali)
  • Setiap betina sering beranak dan jumlah anaknya relatif banyak ( Tikus rumah(betina) menghasilkan 4-7 anak (8 kali pe rtahun), tikus got menghasilkan 8-12 anak (4-7 kali per tahun) dan tikus atap 4-8 anak (4-6 kali per tahun))
  • Tikus betina dewasa dapat bunting dan beranak sepanjang tahun (Tikus komensal betina beranak setiap 24-28 hari)

Tikus jantan mampu kawin bergantian dengan 20 tikus betina dalam waktu 6 jam. Potensi perkembangan tikus dipengaruhi oleh pemangsa dan penyakit, persaingan antar anggota tikus dan pengaruh kondisi lingkungan. Pertumbuhan populasi tikus di suatu wilayah dengan sumber daya dan luas area yang terbatas cenderung menurun.
Dalam kondisi ini , kelompok tikus akan membentuk tingkatan sosial (social hierarchy). Raja tikus dipilih dari tikus jantan tertua dan berukuran besar. Raja Tikus mempunyai akses pertama kali untuk mendapatkan sumber makanan dan tempat tinggal yang baik di suatu area tertentu.

KEBIASAAN DAN HABITAT
Tikus dikenal sebagai binatang kosmopolitan yang menempati hampir semua habitat seperti dalam lingkup perumahan dan perkantoran.

Tikus Got
  • Habitat : Membuat lubang/sarang di tanah, bersembunyi di Basement dan bagian terendah gedung.
  • Nocturnal
  • Social hierarchy sangat kuat
  • Daya jelajah (rats explore) 300 feet per hari dan pandai berenang sampai 1 mil.
  • Kebiasaan Makanan Omnivora (Daging, Ikan, Tepung, Biji-biji gandum, buah, sayuran)
  • Kebutuhan : ¾ – 1 ons makanan per hari, ½-1 ounce air/minuman

Tikus Atap
  • Habitat : Bersarang di atas atap/bagian gedung. Di area luar , hidup diatas pohon (terutama pohon palm) dan daun-daunan.
  • Nocturnal
  • Social hierarchy sangat kuat
  • Daya jelajah (rat explore) 100- 300 feet per hari dan tahan jatuh dari ketinggian 25 feet pada permukaan yang keras.
  • Kebiasaan Makanan Omnivora (Benih, Padi/Biji-bijian, buah, sayuran,telur).
  • Kebutuhan : ½- 1 ons makanan per hari, 1 ounce air/minuman

Tikus Rumah
  • Habitat : Ditemukan hampir diseluruh area yang berpotensi sbg tempat persembunyian
  • Excellent climbers
  • Curious and inquisitive
  • Nocturnal
  • Social hierarchy sangat kuat
  • Daya jelajah (rat explore) 12 feet per detik dan tahan jatuh dari ketinggian 8 feet pada permukaan yang keras.
  • Kebiasaan Makanan Omnivora (Biji-biji gandum, buah, sayuran dan daging)
  • Kebutuhan : 1/10 ons makanan per hari, 1/20 ounce air/minuman

KEMAMPUAN ALAT INDERA DAN FISIK
Kemampuan alat indera
  1. Mencium
Tikus menggunakan indera penciuman (oflactory organ) untuk mengetahui lokasi makanan, jalur, teritorial dan juga untuk mengetahui anggota baru atau bukan anggota kelompoknya.
Tikus juga dapat mengetahui jalur dari bau urine dan bau sekresi tubuhnya yang mengandung pheromone serta mendeteksi kontaminan pada makanannya.

  1. Menyentuh
Karena tikus tidak dapat melihat dengan baik, maka kontak dengan bermacam-macam objek atau keadaan dengan menggunakan vibrissae (bulu) atau whiskers (kumis).
Rasa menyentuh merupakan indera perasa yang penting pada tikus. Rodent dan mencit tergolong hewan Thigmophilic. Sentuhan badan dan kibasan ekor yang digunakan untuk mengenali objek sangat membantu mengenali rintangan didepannya. Kemampuan tsb disebut Thigmotaxis.

  1. Mendengar
Indera pendengaran tikus sangat sensitif, dapat mendengar suara Ultrasonic antara 90-100KHz sedangkan ambang sensitifitas pendengaran manusia adalah 20 KHz. Hal tsb menyebabkan mesin Ultrasonik tidak berhasil untuk mengendalikan tikus.

  1. Melihat
Tikus aktif di malam hari (nocturnal) dan buta warna, tetapi dapat mengenali suatu benda dari jarak 15 m dan dapat melihat gerakan dari jarak 10 m. Secara umum tikus selalu berkeliling dalam lingkungannya untuk mengetahui lokasi makanan, air, kawin, mencari bahan untuk sarang dan lokasi sarang.

  1. Mengecap
Rasa mengecap pada tikus berkembang sangat baik. Tikus dan mencit dapat mendeteksi dan menolak air minum yang mengandung phenylthiocarbamide 3 ppm yang merupakan senyawa racun dan berasa pahit.

  1. Kinestetic
Kemampuan tikus untuk membuat jalur yang digunakan mencari makan , istirahat dan bersarang.

Kemampuan fisik
  1. Menggali
Rattus norvegicus merupakan binatang penggali lubang. Lubang tsb dipergunakan untuk tempat perlindungan dan sarang. Kemampuan menggali 2-3 meter.
  1. Memanjat
Tikus atap dan tikus rumah yang bentuk tubuhnya lebih kecil dan langsing lebih beradaptasi untuk memanjat dibandingkan tikus got. Kedua spesies tsb dapat memanjat kayu dan bangunan yang permukaannya kasar. Tikus got dapat memanjat pipa baik didalam maupun diluar.

  1. Meloncat dan melompat
R.norvegicus dewasa dapat meloncat vertikal 77 cm lebih dan dalam keadaan berhenti dapat melompat sejauh 1.2 meter. Mus musculus meloncat arah vertikal setinggi 25 cm.

  1. Menggerogoti
Tikus dapat menggerogoti bahan bangunan/kayu,lembaran aluminium ,timah, aspal, maupun cairan pasir, kapur dan semen yang mutunya rendah.

  1. Berenang dan menyelam
R.novergicus, R,rattus dan M.musculus adalah perenang yang baik. Rattus norvegicus adalah perenang dan dan penyelam yang ulung, perilaku yang semi akuatik, hidup di saluran air bawah tanah,sungai dan areal lain yang basah.

Jumat, 29 April 2016

Bioekologi Nyamuk

Nyamuk merupakan salah satu serangga yang banyak menimbulkan gangguan terhadap manusia. Beberapa jenis nyamuk bahkan dilaporkan telah banyak merenggut nyawa manusia.Bentuk-bentuk gangguan/kerugian:
·         Secara langsung dapat menimbulkan rasa gatal
·         Secara tidak langsung berpotensi sebagai vektor terhadap beberapa bibit penyakit diantaranya DBD oleh Aedes, Malaria oleh Anopheles serta Enchepahalitis oleh Culex

DESKRIPSI NYAMUK
Kelas : Insekta
Ordo : Diptera
Famili : Culicidae
Genus :
1.    Anopheles
2.    Culex
3.    Aedes

SIKLUS HIDUP
Nyamuk Anopheles
Kerakteristik
1.    Telur
·         Terapung & menyebar dipermukaan air
·         Bentuk seperti perahu, kedua ujung mengembang
·         Tidak tahan pada kekeringan (harus kontak dengan air)
·         Menetas setelah 2-6 hari setelah diletakkan
2.    Larva
·         Posis paralel dipermukan air
·         Warna kuning/hijau atau abu abu
·         Tidak memiliki siphon (selang pernapasan)
·         Rata-rata memiliki 4 stadium instar
·         Fase larva 4- 10 hari
3.    Pupa
·         Berbentuk seperti tanda ‘koma ‘ dengan sepasang tabung seperti terompet untuk bernapas. Fase pupa berlangsung selama 5-10 hari.
4.    Dewasa
·         Posisi badan saat hinggap paralel dengan permukaan
·         Ukuran badan 0,5 cm
·         Warna abu-abu.
·         Inang Utama adalah manusia dan lainnya adalah ternak
·         Makanan jantan adalah berupa nektar sedangkan betina adalah Haematophagus.
·         Aktif menggigit pada malam hari pukul 19.00-24.00
·         Jarak Terbang 1 – 3 km.
·         Umur 10 -60 hari




Nyamuk Culex
Kerakteristik
1.    Telur
·         Saling berlekatan antara 100 -250 butir
·         Membentuk seperti rakit
·         Tidak mengapung
·         Menetas setelah 2-6 hari setelah diletakkan
2.    Larva
·         Posisi vertical dipermukaan air
·         Memiliki siphon yang panjang (selang pernapasan)
·         Habitat saluran air kotor, kolam air
·         Rata-rata memiliki 4 stadium instar
·         Fase larva 4- 10 hari
3.    Pupa
·         Bentuknya tidak jauh berbeda dengan species lainnya.
·         Fase pupa berlangsung selama 5-10 hari.
4.    Dewasa
·         Posisi badan dan probosis saat hinggap tidak sejajar.
·         Ukuran badan 0,5 – 0,9 cm
·         Warna abu-abu gelap.
·         Inang Utama adalah manusia dan lainnya adalah hewan seperti burung, unggas, baba dan sapi.
·         Makanan jantan adalah berupa nektar sedangkan betina adalah Haematophagus.
·         Aktif menggigit pada saat subuh sampai senja
·         Jarak Terbang 1 – 2 km.


Nyamuk Aedes
Kerakteristik
1.    Pupa
·         Bentuknya tidak jauh berbeda dengan species lainnya.
·         Fase pupa berlangsung selama 5-10 hari.
2.    Dewasa
·         Posisi badan dan probosis saat hinggap tidak sejajar.
·         Ukuran badan 0,4 – 0,5 cm
·         Warna hitam dengan bercak putih di kaki.
·         Inang Utama adalah manusia.
·         Makanan jantan adalah berupa nektar sedangkan betina adalah Haematophagus.
·         Aktif menggigit pada saat siang hari. Puncaknya pada saat matahari terbit dan menjelang terbenam.
·         Terbang 50 – 200 m.


PENGENDALIAN

Harborage Removel
·         Membebaskan lingkungan dari genangan air yang berpotensi sebagai tempat berkembangnya nyamuk.
·         Menutup tempat-tempat penampungan air bersih
·         Mengubur kaleng-kaleng, ban-ban bekas dll yang dapat dijadikan nyamuk sebagai tempat bersarang

Eksklusi atau insect proofing
·         Penggunaan kasa nyamuk pada ventilasi udara
·         Penggunaan air curtain
·         Tidak membiarkan jendela atau pintu selalu dalam keadaan terbuka.


PENGENDALIAN DENGAN CARA KIMIA
1.    Dewasa
a)    In door
Ø  Space treatment dengan Cold Fogger
Ø  Residual treatment dengan Hand Sprayer
Ø  Spot treatment Hand Sprayer
b)    Out Door
Ø  Space treatment dengan Hot Fogger
Ø  General treatment dengan Mist Blower

2.    Larva
·         Penggunaan larvasida
Sasaran :
Ø  Penampungan air bersih
Ø  Saluran – saluran air yang susah dikeringkan
Ø  Genangan – genangan air lainnya.

PENGENDALIAN DENGAN CARA BIOLOGI
1.    Penggunaan Predator
§  Ikan pemakan larva : cupang,mujair & kepala timah
§  Serangga pemakan nyamuk dewasa : Capung dll
2.    Pathogen
§  Bacillius thuringiensis untuk Larva Aedes
§  Bacillius sphaericus untuk larva Culex

PENGENDALIAN LAINNYA
1.    Penggunaan bahan penolak /Repellent. Mis: Diethyl toluamide
2.    Penggunaan Traps (Insect fly killer)